Showing posts from July, 2010Show all

Memulihkan Citra Buruk MLM

Indonesia dengan potensi jutaan penduduknya yang belum mendapatkan pekerjaan, menjadikan "ladang basah" bagi beberapa perusahaan Multi Level Marketing. Sebagian perusahaan tersebut hanya menjual mimpi bagi membernya sehingga menimbulkan Citra Buruk MLM bagi sebagian masyarakat, namun tidak sedikit pula yang mengandalkan kualitas produk yang memang cocok untuk dipasarkan secara Pemasaran Berjenjang.

Ada alasan logis mengapa MLM mendapatkan Citra Buruk bagi sebagian masyarakat Indonesia. Kebanyakan orang berpendapat bahwa MLM merupakan money game, pendapat tersebut sudah melekat hingga sulit untuk terlepas dari pandangan tersebut, hingga menyebut dirinya Anti MLM. Tulisan ini merupakan perbandingan positif dan negatif dari fenomena Multi Level Marketing di Indonesia. Sebab, tidak semua Perusahaan Pemasaran Berjenjang ini "buruk" dalam melakukan aktifitas bisnisnya.

Sejarah Singkat MLM

Konsep Multi Level Marketing berawal ketika suatu perusahaan tidak mempunyai budget yang cukup untuk membeli iklan yang akhirnya kesulitan dalam membuat jaringan distribusi. Setelah mengalami beberapa proses, akhirnya timbullah apa yang dinamakan Direct Selling, dimana perusahaan tersebut merekrut konsumen langsung sebagai tenaga marketingnya (sales force) door to door.

Kegiatan Direct Selling memang efektif pada waktu itu, sehingga banyaklah beberapa orang/kelompok memanfaatkan fenomena tersebut dengan membuat suatu program Money Games (Pyramid Scam), APLI lebih jelas membahas masalah perbedaan DS dengan Pyramida

Beberapa Penyebab yang Mengakibatkan Citra Buruk MLM


Fakta menyebutkan bahwa banyak orang berhasil membangun jaringan suatu MLM sehingga sukses didalamnya, namun 90% lebih belum berhasil melakukannya, sehingga sebagian besar anggota gagal dalam bisnis ini dan tersisih dari kompetisi alam dan merasa bahwa dirinya tidak mendapatkan keuntungan dari kompensasi Marketing Plan yang ditawarkan padanya.

Hal tersebut diatas, perlu disadari bahwa kegagalan dalam membangun atau berbisnis multi level marketing sepenuhnya berhubungan dengan kualitas diri. Sehingga perlu disadari bahwa bisnis apapun tidaklah mudah untuk dijalani. Namun sebaliknya jika berkomitmen dan terus berusaha bisnis apapun yang dijalankan, pasti akan mendapatkan hasil yang setimpal.

Jika diuraikan menjadi beberapa point, berikut adalah hal yang sering dipermasalahkan oleh sebagian orang yang membenci MLM:
  • Keharusan Melakukan Penjualan (Tutup Point): Sesuai dengan kebijakan kebanyakan MLM Fashion, member diharuskan melakukan tutup point setiap bulannya, agar member tersebut mendapatkan bonus sesuai dengan omset pribadi maupun jaringannya setiap bulannya. Sebagian orang mempermasalahkan hal tersebut dan merasa ada kesan "paksaan" untuk melakukan penjualan setiap bulannya. Kebijakan MLM sehubungan dengan hal ini adalah wajar menurut pandangan saya pribadi. Dalam hal ini berlaku sistem take ang give, kita tidak akan mendapatkan imbalan untuk sesuatu yang tidak kerjakan, right...? Untuk mengatasi kesenjangan ini, beberapa MLM mengadakan seminar atau bimbingan kepada member mengenai bagaimana cara menjual suatu produk, sehingga diharapkan member akan mendapatkan bekal mengenai teknik pemasaran, cara melihat peluang dan memanfaatkannya, teknik leadership dan rekrutmen.
  • Struktur Upline dan Downline: Sebagian orang berpendapat bahwa dengan bergabungnya dirinya dalam suatu keanggotaan penjualan berjenjang, hanya akan menguntungkan Upline atau Sponsornya saja. Hal tersebut keliru menurut pandangan saya, karena selain merasakan sendiri bagaimana susahnya menjadi seorang leader, tugas seorang upline akan lebih berat daripada downlinenya. Dia harus memotivasi downline, melakukan bimbingan, memanage order downline, memperhatikan bonus downline dan secara singkat, dia adalah manager.
  • Bias Antara Opportunity dengan Pemasaran Produk: Bagi sebagian orang, MLM adalah bisnis utama yang dengan segenap tenaga dan perhatian dia curahkan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Sehingga pada prakteknya, banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran terutama dalam perekrutan member baru. Kebanyakan MLM'er lebih mengedepankan Opportunity ketimbang dengan keunggulan produk kepada calon member. Maka seringlah kita dengar ada istilah "penghasilan pasif", "program cepat kaya" dan lain-lain.
Dari beberapa point diatas, maka daptlah diambil kesimpulan bahwa pada kebanyakan kasus, member sendirilah yang menyebabkan adanya citra buruk terhadap MLM. Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa hal yang akan memulihkan kembali citra MLM di mata masyarakat Indonesia sebagai berikut:
  • Jujur dalam berbisnis MLM Fashion
  • Berikan penjelasan yang benar mengenai MLM kepada calon member.
  • Selalu berprisip Menjual Produk bukan Kesempatan.
  • Jangan memberikan iming-iming cepat kaya, pasif income kepada calon member, tapi berikanlah target atau pencapaian yang lebih masuk akal.
  • Berikan suppport terbaik bagi member.

7 Alasan Mendaftar MLM Fashion

Setelah membaca artikel mengenai Tips Memilih Bisnis MLM Fashion, bagi teman-teman yang ingin memulai usaha jual pakaian dan produk fashion, bisnis ini cocok bagi anda yang mempunyai toko offline sebagai Peluang Usaha Tambahan juga memperkaya koleksi Baju dan Pakaian yang sedang anda Jual.
Mengapa Harus Bergabung atau Mendaftar Menjadi Anggota MLM Fashion?, berikut adalah 7 Alasan untuk Mendaftar MLM Fashion.
  1. Produk yang dijual merupakan produk yang berguna bahkan dibutuhkan oleh semua orang.
  2. Fashion merupakan salah satu kebutuhan primer, dengan demikian sudah barang tentu ada permintaan pasarnya, bahkan setiap orang membutuhkan sandang. Permasalahannya adalah bagaimana caranya kita menawarkan produk fashion sesuai dengan kebutuhan calon pembeli. Sehingga sesuai apa yang diminta dengan apa yang ditawarkan.
  3. Tidak sulit untuk menjual produknya, Katalog Fashion merupakan alat pemasaran yang efektif. Saya menemukan bahwa orang cenderung lebih suka belanja melalui gambar (katalog) ketimbang belanja pakaian dan produk fashion ke toko langsung. Salah satu alasannya adalah praktis dan banyak pilihan.
  4. Diskon dan Bonus, Seperti MLM lainnya, MLM Fashion juga memberikan diskon langsung 30% bagi membernya. 30% merupakan nilai yang cukup besar sebagai keuntungan penjualan. Selain potongan langsung, ada juga bonus belanja pribadi yaitu bonus belanja dari akumulasi belanja member yang berkisar antara 4% di kali total omzet belanja bulan berjalan. Masih banyak bonus-bonus lainnya yang ditawarkan mlm fashion untuk membernya.
  5. Bisnis Fashion Merupakan Bisnis yang Terbukti bertahan lama. Tidak seperti MLM lainnya yang cenderung bersifat musiman, MLM Fashion dapat dipastikan dapat bertahan lama, selama permintaan terhadap fashion masih ada.
  6. Kesulitan Merekrut Member Kini Tidak Lagi...! Jika anda bergabung dengan MLM Fashion melalui RaRa Fashion, kami akan membantu anda untuk mendapatkan downline. Jaringan kami sudah mencakup Seluruh provinsi di Indonesia, tiap harinya minimal satu orang member mendaftar melaui web kami. Setiap ada member baru, akan kami posisikan di bawah anda yang telah terdahulu mendaftar. Dengan demikian, Kesulitan merekrut member kini teratasi.
  7. Support dari Upline, Komitmen kami dalam membentuk jaringan adalah sebisa mungkin mendorong member untuk dapat maju bersama. Untuk merealisasikan keinginan tersebut, member kami diperbolehkan melakukan promosi di blog kami apabila tidak mempunyai blog pribadi. Sebisa mungkin membantu member untuk mengiklankan produk ataupun kememberan di Internet, namun demikian, feedback dari member sangat kami butuhkan untuk mencapai jaringan MLM Fashion aktif.

So... tunggu apa lagi...? silahkan untuk mencoba berjualan pakaian dan produk fashion di tempat anda bekerja, lingkungan bahkan Online.

Tips Memilih Bisinis MLM Fashion

MLM Fashion memang lagi In di Indonesia, terbukti dengan banyaknya perusahaan MLM yang bergerak di bidang fashion belakangan ini. Sebelum bergabung dengan Bisnis MLM, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sampai yakin kalau bisnis tersebut dapat diandalkan. Pada artikel kali ini kami akan mencoba memberikan beberapa gambaran mengenai Tips Memilih Bisinis MLM Fashion.

Kebanyakan MLM Fashion Bukan Program Pyramida

Faktor yang membedakan antara MLM Fashion dengan Pyramid Scam adalah produk. Program Pyramida biasanya berhubungan dengan Money Game, yaitu member akan mendapatkan keuntungan dari hasil merekrut member lainnya, tanpa memperdulikan produk yang dijual. Artinya, program piramida juga biasanya mempunyai produk yang dijual, namun harga produknya tidak sesuai dengan nilainya.

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus anda tanyakan kepada diri sendiri mengenai hal berikut:
  • Pemahaman Produk, mau tidak mau harus menguasai atau memahami produk yang akan ditawarkan. Mulai dari kualitas, bahan, warna, ketersediaan stock, hingga ke jaminan mutu.
  • Try it Your Self, Cobalah kenakan produk MLM Fashion tertentu kemudian tanyakan kepada diri sendiri, maukan membeli produk tersebut jika bukan karena merupakan bagian dari bisnis. Jika tidak, maka kemungkinan besar orang lainpun akan berpendapat demikian.
  • Keunikan Produk, cobalah cari di pasar tradisional atau super market, produk yang sama dengan apa yang ditawarkan. Apabila produk tersebut mudah ditemui di pasaran, maka produk tersebut tidak layak untuk dipasarkan secara MLM.
  • Daya Beli, coba bandingkan harga jual produk tersebut apakah sesuai dengan kemampuan daya beli calon konsumen anda.

Ketahui Perusahaannya

Tidak kalah pentingnya untuk mengetahui banyak hal mengenai perusahaan Fashion MLM yang hendak diikuti, yang terpenting adalah customer servicenya. Untuk mengetahui lebih detail mengenai beberapa perusahaan multi level marketing yang bergerak dibidang pakaian dan produk Fesyen yang kami rekomendasikan, silahkan baca artikel kami sebagai berikut:
Hal lain yang harus anda ketahui adalah umur perusahaannya. Jika perusahaan Multi Level Marketing tersebut tergolong baru (kurang dari 1 tahun) maka akan ditemukan kesulitan dalam memasarkan barangnya, selain distributor yang masih terbatas, juga masyarakat luas belum mengenal brandnya. Sebaliknya jika perusahaan tersebut telah lama lebih dari lima tahun, maka anda akan kesulitan untuk mengembangkan jaringannya bahkan untuk mendapatkan stocknya. Karena banyak kasus terjadi di lapangan adalah tidak meratanya penyebaran stock barang. Untuk itu, baca artikel kami yang berjudul Rekomendasi MLM Fashion.

Ketahui Marketing Plannya

Hal yang jarang diperhatikan oleh para MLM'er adalah Marketing Plan. Dengan mengetahui kompensasi yang akan diberikan suatu perusahaan, mulai dari diskon pembelian hingga berbagai macam bonus yang ditawarkan, akan membantu anda membuat perencanaan bisnis. Mulai dari seberapa banyak modal yang dibutuhkan hingga seberapa besar keuntungan yang akan didapat.

Target Pasar


Tidak kalah pentingya adalah mengetahui Target Pasar dari Produk MLM Fashion yang hendak diikuti. Pastikan anda akan sanggup mencapai target market tertentu, paling tidak mengetahui harus kemana memasarkan produknya. Sehingga teknik dan strategi pemasarannya akan lebih optimal jika anda menguasai targetnya.

Kesimpulannya, dengan memperhatikan beberapa Tips Memilih Bisnis MLM Fashion, anda akan mengetahui kapasitas anda jika bergabung dengan salah satu MLM Fashion. Sehingga suatu saat nanti akan terhindar dari penyesalan akan waktu, uang dan bisnis.

Lebih Dalam Mengenal MLM Fashion


Multi Level Marketing khususnya MLM Fashion memang banyak menjanjikan kesempatan yang menggiurkan bagi membernya. Ada banyak keuntungan menjadi member salah satu MLM Fashion, diantaranya adalah diskon langsung penjualan, bonus belanja bulanan, bonus belanja jaringan, bonus kepemimpinan, rewards dan banyak bonus lainnya. Namun, suatu ketika ada salah satu member yang merasa kesal karena pada bulan tertentu dia tidak mendapatkan haknya, yaitu bonus bulanan yang memang biasa diberikan. Usut punya usut, ternyata member tersebut tidak melakukan Tutup Point pada bulan tersebut. Ya..., itulah MLM, ada banyak syarat, kondisi dan aturan main yang harus diikuti member agar mendapatkan semua keuntungannya.

Mari kita belajar dari beberapa fakta bahwa banyak orang yang telah berhasil menjalankan bisnis MLM Fashion, tapi sekitar 97% member lainnya adalah mereka yang belum berhasil melakukannya. Oleh karena itu, mari kita petakan beberapa permasalahan yang membuat kebanyakan orang atau member tersebut belum mendapatkan keuntungan dari keanggotaan MLM yang diikutinya. Permasalahan tersebut dapat dikategorikan menjadi:

Kesulitan memasarkan produk atau melakukan penjualan. Sebetulnya, permasalahan yang satu ini bukanlan masalah besar bagi member MLM Fashin. Mengapa demikian...? Salah satu keuntungan menjual produk fashion adalah merupakan kebutuhan pokok, sehingga tidak satupun orang di Indonesia akan menolak, jika ditawarkan produk fashion. Namun permaslahannya adalah pada Selera dan kemampuan ekonomi. Untuk mengatasi hal tersebut, silahkan baca artikel Strategi Jualan Baju dan Produk Fashion.
  • Kesulitan dalam merekrut member baru, Salah satu alasan mengapa orang enggan mengikuti program MLM Fashion tertentu adalah merasa kesulitan dalam merekrut member yang merupakan keharusan di dunia MLM. RaRa Fashion menyadari hal tersebut, oleh karena itu, kami akan meluncurkan program Bagi-Bagi Member yang bersifat regional. Artinya ketika ada member baru mendaftar dari daerah a, maka akan otomatis akan menjadi downline member kami terdahulu yang berada di daerah a tersebut. Selain itu, kami juga terbuka bagi member yang ingin melakukan promosi di Internet akan dibantu sebisa mungkin.
  • Ketidakmampuan mengikuti aturan main, sehingga menyerah dan kalah karena kompetisi alam. Faktor ini adalah faktor mental, dimana kekuatan hati atau mental bisnis seseorang diuji. Seorang pebisnis yang handal, tidak akan pernah menyerah ketika suatu saat ada badai menghadang, dia akan mampu bangkit dan bangkit kembali. Mempelajari kesalahan apa yang telah diperbuat, kemudian tidak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari.
  • Terdapat Masalah di Tubuh Perusahaan MLM Fashion itu sendiri. Masalah paling sulit yang mungkin akan dihadapi oleh member adalah Kerusakan di tubuh Perusahaan MLM sendiri. Bisa saja karena pusat mengalami kerugian karena suatu hal atau hal lainnya. Dalam hal ini, member tidak mempunyai kekuasaan penuh untuk menuntut kepada pihak management untuk dapat memenuhi kewajibannya misalnya. Hal ini yang memang sangat ditakutkan oleh member, untuk mengatasinya, para member MLM tertentu harus sering berkomunikasi satu sama lain, aktif dalam menggali issue yang terkait dengan pusat dan melakukan aksi positif ketika tercium sesuatu yang diperkirakan akan berakibat buruk bagi kedua belah pihak.

Prinsip Dasar MLM Fashion

Sebelum melangkah lebih jauh dengan mempertaruhkan waktu, tenaga dan fikiran untuk bisnis MLM, ada beberapa hal mendasar yang harus difahami oleh member atau calon member suatu mlm agar mendapatkan semua keuntungannya. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Tutup Point, Kewajiban seorang member adalah melakukan tutup point sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan oleh Management setiap bulannya. Dengan demikian bonus belanja, bonus jaringan dan bonus lainnya bisa dicairkan.
  • Mengembangkan Jaringan, tidak akan suskese seorang member apabila tidak dapat melakukan Duplikasi, yaiut merekrut member baru untuk melakukan hal yang sama dengan dirinya. Dari jaringan yang dibentuk, maka akan keluar apa yang namanya Bonus Belanja Jaringan, Bonus Recruitment, Bonus Prestasi dan bonus lainnya.
  • Kerjasama Jaringan, Seorang member berkewajiban membina jaringannya dengan memberikan support kepada downline, memberikan pelatihan cara memasarkan produk dan rekruitment sehingga akan terbentuk suatu kerja sama yang saling menguntungkan.

Struktur Keanggotaan MLM Fashion


Secara alami, sistem penjualan berjenjang memiliki struktur tertentu sebagai berikut:
  • Distributor, member yang bertindak sebagai rantai penyambung penyedia barang antara perusahaan dengan member pada suatu daerah atau lokasi tertentu. Sebagai distributor, biasanya akan mendapatkan keuntungan berupa bonus tambahan, bonus pencapaian dan rewards.
  • Upline dan Sponsor, yaitu member yang merekrut kita/seseorang sehingga mengikuti keanggotaan MLM Fashion tertentu dan berada diatas jaringan kita.
  • Level, yaitu tingakatan yang menggambarkan pretasi seorang member pada suatu keanggotaan MLM Fashion.
Manfaat dari mengetahui lebih dalam mengenai MLM Fashion yang hendak kita ikuti yang paling penting adalah kita sadar akan Hak dan Kewajiban sebagai member pada suatu keanggotaan. Sehingga kemudian kita dapat menentukan seberapa besar porsi yang harus kita keluarkan untuk mencapai suatu posisi atau pencapaian tertentu pada suatu MLM.

Savero

Savero MLM Fashion

Savero MLM Fashion merupakan salah satu brand atau merk perusahaan Multi Level Marketing dengan produk pakaian dan prduk fashion lainnya. Perusahaan ini berdiri berlatar belakang krisis moneter yang terjadi tahun 1997 yang menyebabkan nilai rupiah anjlok, sehingga menyebabkan terpuruknya roda perekonomian Indonesia dan Asia. Dengan kondisi seperti itu, tahun 2003 berdirilah PT. Savero Badam Pertiwi yang bertujuan untuk memberikan lapangan pekerjaan yang bergerak dibidang kewirausahaan.

Kualitas bahan, keragaman corak dan model pakaian membuat MLM Savero bertahan hingga saat ini, bahkan lebih dari itu, banyak membernya sangat aktif mengiklankan MLM kesayangannya ini di Internet. Rupanya MLM Fashion lainnya seperti Keiza, Amoret, Kokopelli dan Lionelli kalah start dalam mendapatkan popularitas di Internet.

Savero Mendominasi Popularitas MLM Fashion di Internet


Internet merupakan salah satu media Marketing yang sangat penting di era Teknologi Informasi, hal tersebut disadari betul oleh member Savero, sehingga ketika orang mengetikan kata "mlm fashion" di mesin pencari, maka ada 4 blog atau website member savero dari sepuluh lainnya berada di halaman pertama hasil pencarian. Bahkan blog Savero (www.saverofashion.com) yang satu ini sangat tangguh mendominasi urutan pertama hasil pencarian, sehingga nyaris tidak memberi peluang untuk blog MLM FASHION milik-ku.

Dengan mendominasi hasil pencarian di mesin pencari google.co.id maka sudah bisa disimpulkan kalau member Savero tersebar hampir disetiap pelosok negeri. Saya adalah salah satunya, bergabung dengan mlm fashion savero berawal dari hunting word by word di paman google.

Dengan melihat dominasi itu pula, saya sebagai Internet Marketer dan SEO Hobbist merasa tertantang untuk menyandingi keberhasilannya. Terhitung mulai bulan Mei 2010 segala bentuk trik telah dilakukan, mulai dari Link Building, article submitting, web 2.0 properties dan lain-lain diluncurkan dengan tujuan menggeser popularitas blog savero.

Namun apa daya, ternyata faktor usia susah pula untuk dikalahkan, sehingga http://katalogpakaian.blogspot.com harus puas dengan posisi 2 atau empat di hasil pencarian. Akhir kata, Internet Marketing bukanlan hal baru, hanya saja masih sedikit pebisnis Indonesia yang melek terhadap potensi alat marketing yang satu ini. Namun tidak demikian dengan Savero MLM Fashion yang telah terbukti Unbeatable di posisi puncak hasil pencarian google.co.id.